Kamis, 02 Juli 2015

Manusia Dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu yang ada di muka bumi ini. Kewajiban tersebut tidak hanya kepada diri sendiri melainkan juga kepada setiap individu atau suatu elemen tertentu yang ada disekitar kita. Dimana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan. Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar yang terdapat di dalam diri manusia. Oleh karenanya setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu  ada  dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa lepas dari kehidupan sekitar yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab antara individu berbeda. Tanggung  jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan hati kita yang pada dasarnya mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal yang positif.
Tanggung jawab yaitu beban psikis (kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban) dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas wajib disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan atau menerima akibat tertentu jika tidak dilaksanakan. Apabila meninggalkan tugas wajib dapat diartikan melupakan kewajiban atau tak bertanggung jawab. Makna Tanggung Jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang  tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Contoh dari tanggung jawab: kita seseorang mahasiswa,  kewajiban kita adalah belajar. Bila kita belajar maka hal itu berarti telah memenuhi kewajiban. Dan juga kita telah bertanggung jawab atas kewajiban. Sudah tentu, bagaimana kegiatan belajar kita itulah yang akan di pertanggungjawabkan. Bila pada ujian kita mendapat nilai C, atau B maka nilai C atau B itulah hasil pertanggung jawaban kita. Bila kita malas belajar dan kita sadar akan hal itu, tetapi tidak mau belajar dengan alasan lelah, materinya sulit dan lain-lain. Yang padahal kita akan menghadapi ujian. Itu berarti kita tidak bertanggung jawab.
Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian juga berarti berbuat sesuatu terhadap orang lain tanpa meminta imbalan atas jasanya tersebut. Pengabdian biasanya murni datang dari hati nurani bukan dari paksaan ataupun perintah seseorang. Contoh Pengabdian: Seorang dokter menjadi dokter disebuah desa terpencil tanpa diberi gaji ataupun tunjangan lainnya. Tetapi, beliau dengan senang hati  tetap menjadi dokter di desa tersebut karena dia sangat mengabdi pada pekerjaannya sebagai seorang dokter dan juga mempunyai rasa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tersebut yang sangat besar.
Pengorbanan adalah pemberian yang di dasarkan atas moral yang tulus dan ikhlas. Pengorbanan di serahkan secara ikhlas tanpa pamrih apapun. Biasanya dalam bentuk pemberian sesuatu terhadap orang lain. Adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Contoh Pengorbanan: Pengorbanan untuk beramal, berarti kita tidak memakai semua uang saku kita untuk jajan saja, bahkan dapat di pergunakan yang lebih bermanfaat yaitu beramal.


Hal Positif (+) yang harus kita terapkan sehari-hari:

    Bersikap welas asih, menolong membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan.
    Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan: berbakti kepada orangtua dan melakukan kebajikan. Ini merupakan bentuk penerapan dari wujud tanggung jawab.
    Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran, pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.
    Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.
    Tidak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari.
    Setiap hari kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua dan semua makhluk. Jangan melakukan sesuatu yang mengecewakan mereka.



Hal Negatif (-) yang harus kita tinggalkan:

    Jangan menganggap enteng perbuatan baik sekecil apa pun, karena bila terhimpun menjadi satu merupakan bantuan yang berharga dan bermanfaat bagi orang lain.
    Pada umumnya orang lebih dapat menanggung beban kerja yang berat daripada menanggung kebencian, namun orang yang berkepribadian mulia adalah orang yang dapat melupakan kebencian.
    Bekerja untuk hidup sangat menyiksa, hidup untuk bekerja sangat menyenangkan.
    Marah adalah menghukum diri sendiri atas kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.
    Jangan meremehkan hati nurani sendiri, lakukankalh perbuatan baik meskipun kecil.
    Jangan menyia-nyiakan waktu; lakukan hal yang bermanfaat dengan langkah yang mantap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar