Software R ialah suatu program analisis data statistika dan komputasi yang termasuk golongan software Open Source yang dibangun setelah paket program S-Plus dengan bahasa pemrograman S. Proyek pembuatan software R pertama kali dikerjakan oleh Robert Gentleman dan Ross Ihaka dari Departemen Statistika Universitas Auckland pada tahun 1995. Karena kedua perintisnya berinisial R, maka software ini diberi nama R.
Sampai saat ini software R dikembangkan oleh semua penggunanya yang terhimpun dalam naungan R-core team yang merupakan pekerja keras dan sukarelawan (voulentir).
R merupakan sebuah lingkungan interaktif untuk komputasi secara statistik dan grafik-grafik. Tutorial ini dianggap menggunakan R 1.9.0 pada sebuah PC. R dapat berjalan pada Sistem Operasi Windows, UNIX dan mesin-mesin Macintosh. R dapat didownload secara gratis pada http://r-project.org/.
Jumat, 30 Desember 2011
Kamis, 29 Desember 2011
Dasar-dasar Instruksi Pada R-Programming
R-Programming merupakan software yang mengusung pola CASE SENSITIVE pada setiap instruksi ataupun fungsi yang digunakan di dalamnya. Berikut adalah Dasar-dasar instruksi dan contohnya.
1. Bantuan yang disediakan
Untuk mengetahui ada atau tidaknya instruksi yang kita inginkan atau apa saja yang disediakan oleh R, serta mengetahui cara penggunaannya, maka dapat mengetikkan instruksi ini pada prompt yang tersedia :
a. > help(‘instruksi’) => untuk melihat keterangan dari sebuah instruksi yang
> ?’instruksi’ disediakan oleh R.
b. > example(‘instruksi’) => untuk melihat contoh penggunaan dari instruksi yang ada.
c. > demo() => untuk melihat keterangan paket-paket tambahan (misalnya grafik, dsb) yang terdapat pada R.
d. > demo(‘paket’) => untuk mendemokan paket-paket tambahan tersebut.
Bantuan lainnya :
a. > ls() => untuk melihat variabel-variabel yang pernah digunakan.
b. > rm(‘variabel’) => untuk menghapus variabel yang disebut.
c. CTRL+L => untuk membersihkan layar workspace atau ruang kerja
2. Untuk menginput data
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var’= c(‘data’) => menginput data langsung pada konsol R yang tersedia. Data yang diinput merupakan vektor, array atau karakter.
b. >’var’=scan() => menginput data langsung pada konsol R yang tersedia dengan cara mengetik sendiri data yang akan dimasukkan. Data yang diinput merupakan vektor.
c. >’var’=edit(data.frame()) => menginput data melalui data frame. Data yang diinput merupakan list.
d. >’var’=scan(‘data.txt’) => menginput data dari luar melalui file notepad atau word processor sederhana lainnya. File yang akan dipanggil sebaiknya disimpan satu folder program R yang telah terinstall.
3. Untuk mengedit data
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var1’= edit(‘var2’) => merubah variabel 2, kemudian disimpan ke variabel 1.
b. > fix(‘variabel’) => merubah variabel yang disebutkan diantara ‘()’ , kemudian disimpan otomatis ke variabel tersebut tanpa harus menyebutkannya lagi.
Contoh :
> fix(a)
> a
[1] 1 2 3 4 5
c. >’var1’= edit(data.frame(‘var2’)) => merubah variabel 2 melalui data frame, lalu disimpan ke variabel 1.
4. Untuk membuat fungsi
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var’= function(‘parameter’) => membuat sebuah fungsi, lalu disimpan ke dalam variabel yang telah disebutkan. Harap diingat, parameter yang disebutkan diantara ‘()’ harus sama dengan parameter dalam fungsi yang akan dibuat.
Contoh :
> e=function(x)
+ { (x^2)+(2*X)+19 }
> e
function(x)
{ (x^2)+(2*X)+19 }
b. > source(‘fungsi.r’ ) => memanggil fungsi yang telah dibuat sebelumnya menggunakan notepad atau word processor sederhana lainnya. Perlu diingat, file tersebut harus disimpan bersama dengan program R yang telah terinstall. File tersebut juga harus berekstensi R.
5. Untuk mengedit fungsi
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. > fix(‘var fungsi’) => sama seperti penjelasan 3 (b).
1. Bantuan yang disediakan
Untuk mengetahui ada atau tidaknya instruksi yang kita inginkan atau apa saja yang disediakan oleh R, serta mengetahui cara penggunaannya, maka dapat mengetikkan instruksi ini pada prompt yang tersedia :
a. > help(‘instruksi’) => untuk melihat keterangan dari sebuah instruksi yang
> ?’instruksi’ disediakan oleh R.
b. > example(‘instruksi’) => untuk melihat contoh penggunaan dari instruksi yang ada.
c. > demo() => untuk melihat keterangan paket-paket tambahan (misalnya grafik, dsb) yang terdapat pada R.
d. > demo(‘paket’) => untuk mendemokan paket-paket tambahan tersebut.
Bantuan lainnya :
a. > ls() => untuk melihat variabel-variabel yang pernah digunakan.
b. > rm(‘variabel’) => untuk menghapus variabel yang disebut.
c. CTRL+L => untuk membersihkan layar workspace atau ruang kerja
2. Untuk menginput data
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var’= c(‘data’) => menginput data langsung pada konsol R yang tersedia. Data yang diinput merupakan vektor, array atau karakter.
b. >’var’=scan() => menginput data langsung pada konsol R yang tersedia dengan cara mengetik sendiri data yang akan dimasukkan. Data yang diinput merupakan vektor.
c. >’var’=edit(data.frame()) => menginput data melalui data frame. Data yang diinput merupakan list.
d. >’var’=scan(‘data.txt’) => menginput data dari luar melalui file notepad atau word processor sederhana lainnya. File yang akan dipanggil sebaiknya disimpan satu folder program R yang telah terinstall.
3. Untuk mengedit data
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var1’= edit(‘var2’) => merubah variabel 2, kemudian disimpan ke variabel 1.
b. > fix(‘variabel’) => merubah variabel yang disebutkan diantara ‘()’ , kemudian disimpan otomatis ke variabel tersebut tanpa harus menyebutkannya lagi.
Contoh :
> fix(a)
> a
[1] 1 2 3 4 5
c. >’var1’= edit(data.frame(‘var2’)) => merubah variabel 2 melalui data frame, lalu disimpan ke variabel 1.
4. Untuk membuat fungsi
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. >’var’= function(‘parameter’) => membuat sebuah fungsi, lalu disimpan ke dalam variabel yang telah disebutkan. Harap diingat, parameter yang disebutkan diantara ‘()’ harus sama dengan parameter dalam fungsi yang akan dibuat.
Contoh :
> e=function(x)
+ { (x^2)+(2*X)+19 }
> e
function(x)
{ (x^2)+(2*X)+19 }
b. > source(‘fungsi.r’ ) => memanggil fungsi yang telah dibuat sebelumnya menggunakan notepad atau word processor sederhana lainnya. Perlu diingat, file tersebut harus disimpan bersama dengan program R yang telah terinstall. File tersebut juga harus berekstensi R.
5. Untuk mengedit fungsi
Pada prompt yang tersedia, ketikkan instruksi ini :
a. > fix(‘var fungsi’) => sama seperti penjelasan 3 (b).
Rabu, 07 Desember 2011
Perbedaan internet,ekstranet,intranet
Bagaimana seseorang membedakan antara intranet dan extranet? Ketika saya mengakses informasi
perusahaan-hanya melalui Internet, adalah bahwa intranet atau extranet?
Istilah "intranet" sedikit menyesatkan konseptual, karena mengundang kontras dengan istilah "Internet." Kontras sebenarnya adalah dengan World Wide Web - perbedaan penting, karena "Internet" berfokus pada jaringan fisik dan teknis, sedangkan Web berfokus pada set konten yang dapat diakses pada infrastruktur fisik dan teknis.
Ketika saya menciptakan istilah "Intranet" istilah di Amdahl Corp pada musim panas tahun 1994, itu memang memiliki konotasi dari sebuah web internal bukan hanya Internet internal. Bahkan, istilah yang kita digunakan secara internal sebelum ini terlalu rumit-"Enterprise-Wide Web." Jadi, sedangkan ambiguitas dari "intranet" itu jelas bahkan saat itu, karena tidak ada alternatif yang lebih baik, itu tertangkap.
Pada hari-hari awal, saya mendefinisikan sebuah intranet sebagai "Sebuah infrastruktur berbasis pada standar Internet dan teknologi yang mendukung berbagi konten dalam kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik." "Infrastruktur" yang disebut infrastruktur organisasi dan manajemen yang diciptakan, dikelola, dan berbagi konten. Kendala hanya teknis adalah bahwa jaringan fisik didasarkan pada Internetworking Protocol (IP).
Anda mungkin melihat bahwa definisi ini meliputi apa yang kita sebut ekstranet hari ini, karena faktor yang menentukan adalah "kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik," dan tidak menentukan apapun afiliasi organisasi resmi. Web, sebaliknya, adalah kelompok terbatas.
Hari ini saya berpikir tentang intranet, extranet, dan Internet sebagai koleksi konten. Sebuah intranet adalah sebuah set konten bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik dalam satu organisasi. Sebuah extranet adalah satu set isi bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik, tapi satu yang melintasi batas-batas perusahaan.
Ini perbedaan akses penting, karena konten berbasis Web menggunakan infrastruktur teknis yang sama terlepas dari keputusan akses. Ini berarti jauh lebih mudah untuk mengubah akses ke konten spesifik daripada itu adalah di dunia milik tua, dimana membuat sesuatu yang lebih banyak tersedia sering mensyaratkan upaya konversi utama.
Sebagai infrastruktur teknis menjadi kurang dari penghalang untuk mengakses konten yang spesifik, menjadi penting untuk memperhatikan bagaimana, atau jika, kita ingin membatasi akses. Istilah "intranet" dan "extranet," sebagai tidak sempurna seperti mereka, memberikan kita alat konseptual dan pragmatis untuk mendiskusikan kepada siapa kita ingin membuat konten spesifik yang tersedia.
Istilah-istilah ini dapat terus berkembang dalam arti. Untuk saat ini, satu set konten diakses oleh anggota organisasi tunggal intranet, bahkan jika informasi perjalanan di infrastruktur Internet publik. : Bagaimana seseorang membedakan antara intranet dan extranet? Ketika saya mengakses informasi perusahaan-hanya melalui Internet, adalah bahwa intranet atau extranet?
J: Istilah "intranet" agak menyesatkan konseptual, karena mengundang kontras dengan istilah "Internet." Kontras sebenarnya adalah dengan World Wide Web - perbedaan penting, karena "Internet" berfokus pada jaringan fisik dan teknis, sedangkan Web berfokus pada set konten yang dapat diakses pada infrastruktur fisik dan teknis.
Ketika saya menciptakan istilah "Intranet" istilah di Amdahl Corp pada musim panas tahun 1994, itu memang memiliki konotasi dari sebuah web internal bukan hanya Internet internal. Bahkan, istilah yang kita digunakan secara internal sebelum ini terlalu rumit-"Enterprise-Wide Web." Jadi, sedangkan ambiguitas dari "intranet" itu jelas bahkan saat itu, karena tidak ada alternatif yang lebih baik, itu tertangkap.
Pada hari-hari awal, saya mendefinisikan sebuah intranet sebagai "Sebuah infrastruktur berbasis pada standar Internet dan teknologi yang mendukung berbagi konten dalam kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik." "Infrastruktur" yang disebut infrastruktur organisasi dan manajemen yang diciptakan, dikelola, dan berbagi konten. Kendala hanya teknis adalah bahwa jaringan fisik didasarkan pada Internetworking Protocol (IP).
Anda mungkin melihat bahwa definisi ini meliputi apa yang kita sebut ekstranet hari ini, karena faktor yang menentukan adalah "kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik," dan tidak menentukan apapun afiliasi organisasi resmi. Web, sebaliknya, adalah kelompok terbatas.
Hari ini saya berpikir tentang intranet, extranet, dan Internet sebagai koleksi konten. Sebuah intranet adalah sebuah set konten bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik dalam satu organisasi. Sebuah extranet adalah satu set isi bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik, tapi satu yang melintasi batas-batas perusahaan.
Ini perbedaan akses penting, karena konten berbasis Web menggunakan infrastruktur teknis yang sama terlepas dari keputusan akses. Ini berarti jauh lebih mudah untuk mengubah akses ke konten spesifik daripada itu adalah di dunia milik tua, dimana membuat sesuatu yang lebih banyak tersedia sering mensyaratkan upaya konversi utama.
Sebagai infrastruktur teknis menjadi kurang dari penghalang untuk mengakses konten yang spesifik, menjadi penting untuk memperhatikan bagaimana, atau jika, kita ingin membatasi akses. Istilah "intranet" dan "extranet," sebagai tidak sempurna seperti mereka, memberikan kita alat konseptual dan pragmatis untuk mendiskusikan kepada siapa kita ingin membuat konten spesifik yang tersedia.
Istilah-istilah ini dapat terus berkembang dalam arti. Untuk saat ini, satu set konten diakses oleh anggota organisasi tunggal intranet, bahkan jika informasi perjalanan di infrastruktur Internet publik.
sumber : http://www.iorg.com
perusahaan-hanya melalui Internet, adalah bahwa intranet atau extranet?
Istilah "intranet" sedikit menyesatkan konseptual, karena mengundang kontras dengan istilah "Internet." Kontras sebenarnya adalah dengan World Wide Web - perbedaan penting, karena "Internet" berfokus pada jaringan fisik dan teknis, sedangkan Web berfokus pada set konten yang dapat diakses pada infrastruktur fisik dan teknis.
Ketika saya menciptakan istilah "Intranet" istilah di Amdahl Corp pada musim panas tahun 1994, itu memang memiliki konotasi dari sebuah web internal bukan hanya Internet internal. Bahkan, istilah yang kita digunakan secara internal sebelum ini terlalu rumit-"Enterprise-Wide Web." Jadi, sedangkan ambiguitas dari "intranet" itu jelas bahkan saat itu, karena tidak ada alternatif yang lebih baik, itu tertangkap.
Pada hari-hari awal, saya mendefinisikan sebuah intranet sebagai "Sebuah infrastruktur berbasis pada standar Internet dan teknologi yang mendukung berbagi konten dalam kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik." "Infrastruktur" yang disebut infrastruktur organisasi dan manajemen yang diciptakan, dikelola, dan berbagi konten. Kendala hanya teknis adalah bahwa jaringan fisik didasarkan pada Internetworking Protocol (IP).
Anda mungkin melihat bahwa definisi ini meliputi apa yang kita sebut ekstranet hari ini, karena faktor yang menentukan adalah "kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik," dan tidak menentukan apapun afiliasi organisasi resmi. Web, sebaliknya, adalah kelompok terbatas.
Hari ini saya berpikir tentang intranet, extranet, dan Internet sebagai koleksi konten. Sebuah intranet adalah sebuah set konten bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik dalam satu organisasi. Sebuah extranet adalah satu set isi bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik, tapi satu yang melintasi batas-batas perusahaan.
Ini perbedaan akses penting, karena konten berbasis Web menggunakan infrastruktur teknis yang sama terlepas dari keputusan akses. Ini berarti jauh lebih mudah untuk mengubah akses ke konten spesifik daripada itu adalah di dunia milik tua, dimana membuat sesuatu yang lebih banyak tersedia sering mensyaratkan upaya konversi utama.
Sebagai infrastruktur teknis menjadi kurang dari penghalang untuk mengakses konten yang spesifik, menjadi penting untuk memperhatikan bagaimana, atau jika, kita ingin membatasi akses. Istilah "intranet" dan "extranet," sebagai tidak sempurna seperti mereka, memberikan kita alat konseptual dan pragmatis untuk mendiskusikan kepada siapa kita ingin membuat konten spesifik yang tersedia.
Istilah-istilah ini dapat terus berkembang dalam arti. Untuk saat ini, satu set konten diakses oleh anggota organisasi tunggal intranet, bahkan jika informasi perjalanan di infrastruktur Internet publik. : Bagaimana seseorang membedakan antara intranet dan extranet? Ketika saya mengakses informasi perusahaan-hanya melalui Internet, adalah bahwa intranet atau extranet?
J: Istilah "intranet" agak menyesatkan konseptual, karena mengundang kontras dengan istilah "Internet." Kontras sebenarnya adalah dengan World Wide Web - perbedaan penting, karena "Internet" berfokus pada jaringan fisik dan teknis, sedangkan Web berfokus pada set konten yang dapat diakses pada infrastruktur fisik dan teknis.
Ketika saya menciptakan istilah "Intranet" istilah di Amdahl Corp pada musim panas tahun 1994, itu memang memiliki konotasi dari sebuah web internal bukan hanya Internet internal. Bahkan, istilah yang kita digunakan secara internal sebelum ini terlalu rumit-"Enterprise-Wide Web." Jadi, sedangkan ambiguitas dari "intranet" itu jelas bahkan saat itu, karena tidak ada alternatif yang lebih baik, itu tertangkap.
Pada hari-hari awal, saya mendefinisikan sebuah intranet sebagai "Sebuah infrastruktur berbasis pada standar Internet dan teknologi yang mendukung berbagi konten dalam kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik." "Infrastruktur" yang disebut infrastruktur organisasi dan manajemen yang diciptakan, dikelola, dan berbagi konten. Kendala hanya teknis adalah bahwa jaringan fisik didasarkan pada Internetworking Protocol (IP).
Anda mungkin melihat bahwa definisi ini meliputi apa yang kita sebut ekstranet hari ini, karena faktor yang menentukan adalah "kelompok terbatas dan didefinisikan dengan baik," dan tidak menentukan apapun afiliasi organisasi resmi. Web, sebaliknya, adalah kelompok terbatas.
Hari ini saya berpikir tentang intranet, extranet, dan Internet sebagai koleksi konten. Sebuah intranet adalah sebuah set konten bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik dalam satu organisasi. Sebuah extranet adalah satu set isi bersama oleh kelompok yang didefinisikan dengan baik, tapi satu yang melintasi batas-batas perusahaan.
Ini perbedaan akses penting, karena konten berbasis Web menggunakan infrastruktur teknis yang sama terlepas dari keputusan akses. Ini berarti jauh lebih mudah untuk mengubah akses ke konten spesifik daripada itu adalah di dunia milik tua, dimana membuat sesuatu yang lebih banyak tersedia sering mensyaratkan upaya konversi utama.
Sebagai infrastruktur teknis menjadi kurang dari penghalang untuk mengakses konten yang spesifik, menjadi penting untuk memperhatikan bagaimana, atau jika, kita ingin membatasi akses. Istilah "intranet" dan "extranet," sebagai tidak sempurna seperti mereka, memberikan kita alat konseptual dan pragmatis untuk mendiskusikan kepada siapa kita ingin membuat konten spesifik yang tersedia.
Istilah-istilah ini dapat terus berkembang dalam arti. Untuk saat ini, satu set konten diakses oleh anggota organisasi tunggal intranet, bahkan jika informasi perjalanan di infrastruktur Internet publik.
sumber : http://www.iorg.com
Selasa, 06 Desember 2011
cara Menyembunyikan File
mungkin di antara kita masih ada yang berfikiran cara menyembunyikan file pada komputer atau laptop itu susah, sebenarnya sangat mudah sekali. Hanya beberapa langkah saja kita sudah dapat menyembunyikan file tersebut dan tidak bisa terlihat oleh orang lain. Saya akan berbagi sedikit tips untuk menyembunyikan file pada komputer atau laptop:
Pertama klik kanan – Pilih Properties – pada attributes centang Hidden. Selesai!
Tidak sampai beberapa menit kita lakukan langkah-langkah tersebut, file kita sudah tidak terlihat lagi. Namun bagaimana kita memunculkan kembali file-file tersebut? caranya juga sangat mudah sekali.
Pertama buka windows explorer (Bintang pakai XP) – Tool -Folder Options – Pilih tab View – Pilih show hidden files and folder.
Dengan begitu semua file hidden akan membuka diri dan memperlihatkan wujud aslinya. PLUS! jika ingin menampilkan operating system file, Cukkup klik hilangkan centang di Hide Protected Operating system files [recommended]. Tapi lebih baik dijadikan file hidden saja. Kalau-kalau kita tidak sengaja menghapus, bisa-bisa windows dalam keadaan error.
Pertama klik kanan – Pilih Properties – pada attributes centang Hidden. Selesai!
Tidak sampai beberapa menit kita lakukan langkah-langkah tersebut, file kita sudah tidak terlihat lagi. Namun bagaimana kita memunculkan kembali file-file tersebut? caranya juga sangat mudah sekali.
Pertama buka windows explorer (Bintang pakai XP) – Tool -Folder Options – Pilih tab View – Pilih show hidden files and folder.
Dengan begitu semua file hidden akan membuka diri dan memperlihatkan wujud aslinya. PLUS! jika ingin menampilkan operating system file, Cukkup klik hilangkan centang di Hide Protected Operating system files [recommended]. Tapi lebih baik dijadikan file hidden saja. Kalau-kalau kita tidak sengaja menghapus, bisa-bisa windows dalam keadaan error.
Selasa, 22 November 2011
System Development Life Cycle
Identifikasi, Seleksi, dan Perencanaan
Sistem
Mengidentifikasi kebutuhan user
Menyeleksi kebutuhan user dari proses identifikasi dengan
melihat kapasitas teknologi dan efisiensi
Merencanakan sistem
Kebutuhan
Kebutuhan fungsional and non-fungsional
Non-fungsional : Sistem bisa menjadi tidak digunakan jika tidak
dipenuhi
Menggunakan CASE (Computer Aided Software Engineering) tools,
bahasa pemrograman tertentu
Menggunakan bahasa tertentu
Kebutuhan User (customer)
Kebutuhan Sistem (kontrak dengan klien)
Kebutuhan dokumen dan perangkat lunak (developer)
Analisis Sistem
Permodelan data
Entity Relationship Diagram (ERD)
Conceptual Data Model (CDM)
Physical Data Model (PDM)
Permodelan proses
Unified Modeling Language (UML)
Desain Sistem
Desain form dan laporan (report)
Desain Antarmuka dan dialog (message)
Desain basis data dan file (framework)
Desain proses (struktur proses)
Implementasi Sistem
Pemrograman dan pengetesan perangkat lunak
(software)
Developmental (error testing per modul oleh programmer)
Alpha testing (error testing ketika sistem digabungkan
dengan antarmuka user , oleh software tester)
Beta testing (testing dengan lingkungan dan data
sebenarnya)
Konversi sistem
Mengaplikasikan perangkat lunak pada lingkungan yang
sebenarnya untuk digunakan oleh organisasi
Dokumentasi
Pelatihan
Sebab Gagalnya Perangkat Lunak
Perencanaan yang tidak realistik karena
terlalu banyak kasus dan pemikiran optimis
Penelusuran yang tidak efektif
Terlalu terpaku pada kebutuhan sementara
Resiko
sumber : www.gangsir.com
Sistem
Mengidentifikasi kebutuhan user
Menyeleksi kebutuhan user dari proses identifikasi dengan
melihat kapasitas teknologi dan efisiensi
Merencanakan sistem
Kebutuhan
Kebutuhan fungsional and non-fungsional
Non-fungsional : Sistem bisa menjadi tidak digunakan jika tidak
dipenuhi
Menggunakan CASE (Computer Aided Software Engineering) tools,
bahasa pemrograman tertentu
Menggunakan bahasa tertentu
Kebutuhan User (customer)
Kebutuhan Sistem (kontrak dengan klien)
Kebutuhan dokumen dan perangkat lunak (developer)
Analisis Sistem
Permodelan data
Entity Relationship Diagram (ERD)
Conceptual Data Model (CDM)
Physical Data Model (PDM)
Permodelan proses
Unified Modeling Language (UML)
Desain Sistem
Desain form dan laporan (report)
Desain Antarmuka dan dialog (message)
Desain basis data dan file (framework)
Desain proses (struktur proses)
Implementasi Sistem
Pemrograman dan pengetesan perangkat lunak
(software)
Developmental (error testing per modul oleh programmer)
Alpha testing (error testing ketika sistem digabungkan
dengan antarmuka user , oleh software tester)
Beta testing (testing dengan lingkungan dan data
sebenarnya)
Konversi sistem
Mengaplikasikan perangkat lunak pada lingkungan yang
sebenarnya untuk digunakan oleh organisasi
Dokumentasi
Pelatihan
Sebab Gagalnya Perangkat Lunak
Perencanaan yang tidak realistik karena
terlalu banyak kasus dan pemikiran optimis
Penelusuran yang tidak efektif
Terlalu terpaku pada kebutuhan sementara
Resiko
sumber : www.gangsir.com
Sabtu, 29 Oktober 2011
E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:
· Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
· Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.
· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
- untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.
Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
=> E-mail dan Messaging
=> Content Management Systems
=> Dokumen, spreadsheet, database
=> Akunting dan sistem keuangan
=> Informasi pengiriman dan pemesanan
=> Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
=> Sistem pembayaran domestik dan internasional
=> Newsgroup
=> On-line Shopping
=> Conferencing
=> Online Banking
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.
Minggu, 07 Agustus 2011
Tombol Rahasia Pada Blackberry
Blackberry, Pasti anda semua sudah tidak asing lagi dengan benda itu. Yupzzz.... itu adalah alat komunikasi canggih masa kini, atau bisa di bilang juga komputer mini karena banyak sekali fitur-fitur atau aplikasi di dalamnya dan juga dapat terhubung dengan internet kapan saja dan dimanapun.
Tapi tahukan anda ada beberapa tombol-tombol rahasia pada Blackberry itu sendiri?? Nah... saya akan sedikit berbagi informasi tentang beberapa tombol rahasia tersebut.
1.Restart Blackberry tanpa mengeluarkan baterai
Biasanya setelah anda menginstall sebuah aplikasi pada Blackberry anda pasti ada beberapa penyesuaian, cara yang biasanya dilakukan adalah dengan cara me-restart Blackberry tersebut, dan biasanya cara yang di gunakan adalah dengan cara melepas baterainya.
Namun ada cara yang gak ribet dan lebih efisien dari cara yang tadi, caranya adalah anda tinggal menekan tombol ALT + SHIFT KANAN + DELETE.
2.Membersihkan Memori pada Event Log
Event log pada BlackBerry menunjukkan sistem apa saja yang sedang berjalan. Saat mengalami error, dengan melihat daftar event Log, pusat permasalahan dapat ditemukan. Makanya, cara ini juga dapat digunakan sebagai solusi saat BB error.
Cara untuk mengakses event Log, pertama kali Anda harus berada pada home screen. Tekan ALT disusul mengetik 'LGLG', event log pun akan segera muncul.
Anda dapat membebaskan memori yang sedang penuh tersebut untuk mempercepat BB Anda. Caranya dengan menekan HOME dan pilih 'Clear Log'.
3.Berpindah Aplikasi
Cara cepat saat kita ingin berpindah Aplikasi adalah dengan cara menekan tombol ALT+ESC pada keyboard BB, hal tersebut sama saja fungsinya pada komputer jika kita menekan tombol ALT+TAB.
Saat menjalanjan aplikasi pada Blackberry,tekan dan tahan tombol ALT dan segera disusul tombol ESCAPE (logo panah kiri sebelah kanan trackball). Dengan hanya menggoyangkan trackball ke kanan dan kiri, Anda juga dapat memilih aplikasi yang diinginkan. Sedangkan untuk masuk ke aplikasi tersebut cukup hanya dengan melepas keduanya.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.
sumber: forumblackberry.com
Langganan:
Postingan (Atom)




